Entah apa yang saya pikirkan akhir-akhir ini, Yang membuat Jerawat dimuka saya ini semakin bertebaran bagai biji wijen yang menyelimuti onde-onde. Tugas Akhir kah?? Ujian semester kah?? Atau jangan-jangan secara tidak "sengaja" pikiran saya masih berkecamuk gara-gara laki-laki berambut sunslik yang telah membuat 10 detik gempa terdahsyat dalam hidup saya???. Ahh.. Jerawat saya ini semakin kurang ajar saja, dengan diameter 1 cm yang masih lebih besar dari koloni Vibrio Sp di media TCBS tentunya dengan embel-embel warna kemerahan dan sakit meskipun disentuh dengan "rambut palma"nya nyamuk-nyamuk. Hal ini membuat saya harus berkunjung "secara rutin" di Larissa Aesthethic Center yang depan gereja itu. Bagi saya Klinik kecantikan itu "Menyeramkan" . Bagaimana tidak?? rasa sakit luar biasa ketika facial membuat saya ogah-ogahan untuk rutin perawatan wajah. Apalagi Sesi pembersihan "Komedo"!!! sakitnya bung!! (untung mbaknya selalu nyodorin tissue jadi kalo nangis tinggal usap saja!! ^_^
Tapi tak apalah. Jadi wanita kan memang dituntut tampil cantik. asssaaal!!! Tidak berlebihan dan Melanggar aturan Tuhan. Illfeel banget kalo wanita cantik karena suntik putih, operasi plastik, menjadi The Queen of silicon. ahh. semua itu menghabiskan harta yang mestinya buat biaya kuliah. Buat beli buku, beli makan buat ikan-ikan saya,kucing saya,hamster saya, dan semua kebutuhan yang selalu menyenangkan hati saya. Akhirnya saya mensiasati jerawat ini dengan cara-cara yang "simple traditional". cukup dengan sering-sering bersihin muka pakai handuk panas. Setidaknya pori-pori membuka dan sensasinya menyegarkan. Yang penting jerawatnya kempes dulu. Masalah bekas nodanya dipikir nanti lagi. ^_^. Kadang Minderrrr setengah tiang kalo ada yang ngomong "duh jerawat kamu bikin cantikmu gak keliatan tauk!!" atau yang ngomong " Lho kok jerawat kamu makin bling-bling aja??" (Emangnya sepatunya syahrini ?? pake bling-bling segala??). Tapi Ya harus bagaimana lagi ya?? Jerawat saya ini lain daripada yang lain. "Jerawat keturunan" dokter kulit bilangnya begitu. iya juga sih. Papa saya yang keturunan tionghoa jerawatnya juga sebesar batu kali!! Ups!! Jadi wajar saja kalo anaknya yang manis ini juga jerawatnya sebesar batu karang!!! haha. Detik ini juga saya menyatakan BERPERANG dengan "Jerawat" yang bertebaran seperti biji wijen ini. Oke Jerawat "KITA BERPERANG!!!" Cepat enyah kau parasit !!! maaf ya tidak ada istilah simbiosis denganmu!!!
[Untuk laki-laki berambut sunslik, saya bisikan ditelingamu ya.... Jerawat yang bertebaran seperti biji wijen ini gara-gara kamu tauk!!! Kenapa sih Tuhan menciptakanmu begitu menggempa-bumikan hatiku?? ]
{Saya = Anti Rebonding,Anti Suntik Putih,Anti Pasang Silikon Bahkan Anti Kerok Alis!!! cantik saya apa adanya. Semoga Belahan Jiwa saya juga menerima saya apa adanya. Amiin!!!}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar