Begitulah manusia. Kalo sudah namanya suka ya mau digimanain pun tetep saja nggak ngaruh. Hal ini juga terjadi pada saya. Akhir-akhir ini saya sedang hobi banget hunting foto, ngedit foto, dan upload foto. entah sejak kapan saya mulai "hidup" jiwa seninya. Mungkin sejak punya camdig atau kenal dengan laki-laki berambut sunsilk yang powerfull jiwa seninya hehehe. Jadinya "ketularan".
Bagi saya hunting foto merupakan hal yang sangat mengasyikan. selain bisa jeprat-jepret gambar yang keren sekalian travelling dan cuci mata tentunya. Sayangnya karena keterbatasan waktu karena harus fokus kuliah dan mengerjakan tugas akhir jadinya keinginan untuk hunting foto ke luar kota juga tertunda. Pernah suatu ketika saya rencanakan untuk hunting foto di sekitar semarang saja seperti Kota lama, Pantai Marina dan Masjid Agung Jawa Tengah. Karena pada sesi ini saya yang menjadi "modelnya" maka mau nggak mau harus pakai baju yang disesuaikan dengan konsep tempat hunting foto. Berhubung saya ini bukan gadis yang mempunyai beragam pakaian unik-unik seperti halnya gadis-gadis lain, Terpaksa saya memakai rok pantai yang pernah saya beli ketika berwisata di Bali. Rok pantai ini berwarna pelangi, agak tipis dan ada belahan memanjang sekitar 30 cm dari kaki di sebelah kanan. Untuk mematch-kan rok tersebut saya memakai manset warna oranye terang dan jilbab warna oranye kalem. Tak lupa selalu memakai legging karena belahannya panjang demi menghindarkan kemolekan kaki saya dari mata-mata liar yang mencuri-curi kesempatan. Dalam pikiran saya "Bodo amat saya cuma punya kostum ini kok, kan nanti ada sesi hunting foto dipantai juga jadi pasti lah match banget" . Tanpa berpikir panjang kami (saya dan sang fotografer) berangkat menuju the first place buat hunting foto. yups "Kota Lama" . Sang fotografer ternyata sudah menebak ketidak sinkronan antara kostum yang saya pakai dengan konsep "Kota Lama " yang klasik hehe. Harusnya memakai kostum yang berwarna coklat, putih, hitam , gold atau silver bukan warna-warni seperti kostum yang sedang saya pakai. Meskipun begitu kita tetap melancarkan aksi jeprat-jepret tanpa model (Sesi ini saya tidak laku hahaha).
Setelah puas menelanjangi keindahan Kota Lama ini kami pun bersiap-siap menuju the second place yaitu "Pantai Marina". Wah pass banget sepertinya. hanya sekitar 15 menit dari Kota lama kita sudah mendarat di Pantai Marina. Dengan bayar tiket masuk 7000 rupiah /orang kita sudah bisa menikmati suasana Pantai marina yang sejuk dengan pohon pinus berjejer rapi di pinggir jalan. Tidak hanya pohon pinus saja yang berjejer rapi. Tapi juga para pedagang, pemancing dan tidak mau ketinggalan para muda-mudi yang asyik berpacaran. Suasana yang sangat mendukung untuk nembak pacar, mutusin pacar bahkan Cari Pacar.hahaha Okelah setelah mendapat posisi yang pass aksi jeprat jepret pun dimulai. Kali ini saya jadi modelnya hahaha. Tiupan angin membuat rok saya melambai-lambai dan menghasilkan foto yang sangaaat nature. Puass banget rasanya. Belum lagi deburan ombak juga menjadi background sehingga kadang actionnya sampai garing karena menunggu deburan ombak yang pas. Begitulah asyiknya "Hunting foto".
Beda lagi rasanya jika sedang "Ngedit Foto". Aktifitas ini menuntut kita untuk mengandalkan feeling. Bisa mengukur terang tidaknya, warnanya, konsepnya, atau aksesoris lain yang bisa ditambahkan agar hasil editan tampil "hidup dan mempunyai makna". Karena saya masih sangaaat pemula paling-paling ya ngeditnya pakai Photo Scape atau Picasa. Belum pakai Photoshop meski pernah nyoba juga. Hehe. Kadang ketika saya sedang sangat keranjingan ngedit sampai-sampai saya baru tidur jam 2 dini hari. "ngedit foto bikin lupa waktu". Tapi ada kepuasan tersendiri ketika folder "Edit Foto" selalu bertambah setiap harinya. Well, satu hal lagi yang sedang saya gandrungi Yupz "Levitation Photograph" !! konsep foto yang dibikin melayang itu lho!! entah itu melayang karena benar-benar action melayang atau karena editan. Menarik banget. Pernah suatu kali saya mencoba mendapatkan shoot yang pas untuk menghasilkan foto melayang. ternyata susah juga karena harus beberapa kali jepret karena kesalahan-kesalahan misalnya sudah jepret modelnya belum loncat, sudah jepret modelnya sudah mendarat atau sudah dapat gambar tapi modelnya di luar orbit jepretan (alias kepalanya gak keliatan haha!). Pokoknya seru banget lah.
Aktifitas hunting dan edit foto ini juga menjadikan saya selalu mengamati keadaan disekitar. Pikiran saya selalu mencari-cari moment bagus yang bisa saya jepret. Dan ini bersifat unlimited. Lihat semut berjalan saya jepret. Lihat cicak di dinding saya jepret. Lihat anak kecil nangis juga saya jepret. yang penting konsepnya masuk lah. Saking gilanya dengan dunia photography saya bahkan berfikir untuk menyelipkan hasil jeprat-jepret saya di presentasi pada sidang Tugas Akhir saya yang rencananya berlangsung bulan april. Tentunya sesuai dengan judul Tugas Akhir saya. (iya lah masak mau disisipi foto imut saya??)Hehe. menambah nilai gak ya?? *ngarep... Ini nih salah satu hasil editan yang paling saya sukai . . . . jangan dilihat modelnya ya. . Lihat Seninya!!
Bagi saya hunting foto merupakan hal yang sangat mengasyikan. selain bisa jeprat-jepret gambar yang keren sekalian travelling dan cuci mata tentunya. Sayangnya karena keterbatasan waktu karena harus fokus kuliah dan mengerjakan tugas akhir jadinya keinginan untuk hunting foto ke luar kota juga tertunda. Pernah suatu ketika saya rencanakan untuk hunting foto di sekitar semarang saja seperti Kota lama, Pantai Marina dan Masjid Agung Jawa Tengah. Karena pada sesi ini saya yang menjadi "modelnya" maka mau nggak mau harus pakai baju yang disesuaikan dengan konsep tempat hunting foto. Berhubung saya ini bukan gadis yang mempunyai beragam pakaian unik-unik seperti halnya gadis-gadis lain, Terpaksa saya memakai rok pantai yang pernah saya beli ketika berwisata di Bali. Rok pantai ini berwarna pelangi, agak tipis dan ada belahan memanjang sekitar 30 cm dari kaki di sebelah kanan. Untuk mematch-kan rok tersebut saya memakai manset warna oranye terang dan jilbab warna oranye kalem. Tak lupa selalu memakai legging karena belahannya panjang demi menghindarkan kemolekan kaki saya dari mata-mata liar yang mencuri-curi kesempatan. Dalam pikiran saya "Bodo amat saya cuma punya kostum ini kok, kan nanti ada sesi hunting foto dipantai juga jadi pasti lah match banget" . Tanpa berpikir panjang kami (saya dan sang fotografer) berangkat menuju the first place buat hunting foto. yups "Kota Lama" . Sang fotografer ternyata sudah menebak ketidak sinkronan antara kostum yang saya pakai dengan konsep "Kota Lama " yang klasik hehe. Harusnya memakai kostum yang berwarna coklat, putih, hitam , gold atau silver bukan warna-warni seperti kostum yang sedang saya pakai. Meskipun begitu kita tetap melancarkan aksi jeprat-jepret tanpa model (Sesi ini saya tidak laku hahaha).
Setelah puas menelanjangi keindahan Kota Lama ini kami pun bersiap-siap menuju the second place yaitu "Pantai Marina". Wah pass banget sepertinya. hanya sekitar 15 menit dari Kota lama kita sudah mendarat di Pantai Marina. Dengan bayar tiket masuk 7000 rupiah /orang kita sudah bisa menikmati suasana Pantai marina yang sejuk dengan pohon pinus berjejer rapi di pinggir jalan. Tidak hanya pohon pinus saja yang berjejer rapi. Tapi juga para pedagang, pemancing dan tidak mau ketinggalan para muda-mudi yang asyik berpacaran. Suasana yang sangat mendukung untuk nembak pacar, mutusin pacar bahkan Cari Pacar.hahaha Okelah setelah mendapat posisi yang pass aksi jeprat jepret pun dimulai. Kali ini saya jadi modelnya hahaha. Tiupan angin membuat rok saya melambai-lambai dan menghasilkan foto yang sangaaat nature. Puass banget rasanya. Belum lagi deburan ombak juga menjadi background sehingga kadang actionnya sampai garing karena menunggu deburan ombak yang pas. Begitulah asyiknya "Hunting foto".
Beda lagi rasanya jika sedang "Ngedit Foto". Aktifitas ini menuntut kita untuk mengandalkan feeling. Bisa mengukur terang tidaknya, warnanya, konsepnya, atau aksesoris lain yang bisa ditambahkan agar hasil editan tampil "hidup dan mempunyai makna". Karena saya masih sangaaat pemula paling-paling ya ngeditnya pakai Photo Scape atau Picasa. Belum pakai Photoshop meski pernah nyoba juga. Hehe. Kadang ketika saya sedang sangat keranjingan ngedit sampai-sampai saya baru tidur jam 2 dini hari. "ngedit foto bikin lupa waktu". Tapi ada kepuasan tersendiri ketika folder "Edit Foto" selalu bertambah setiap harinya. Well, satu hal lagi yang sedang saya gandrungi Yupz "Levitation Photograph" !! konsep foto yang dibikin melayang itu lho!! entah itu melayang karena benar-benar action melayang atau karena editan. Menarik banget. Pernah suatu kali saya mencoba mendapatkan shoot yang pas untuk menghasilkan foto melayang. ternyata susah juga karena harus beberapa kali jepret karena kesalahan-kesalahan misalnya sudah jepret modelnya belum loncat, sudah jepret modelnya sudah mendarat atau sudah dapat gambar tapi modelnya di luar orbit jepretan (alias kepalanya gak keliatan haha!). Pokoknya seru banget lah.
Aktifitas hunting dan edit foto ini juga menjadikan saya selalu mengamati keadaan disekitar. Pikiran saya selalu mencari-cari moment bagus yang bisa saya jepret. Dan ini bersifat unlimited. Lihat semut berjalan saya jepret. Lihat cicak di dinding saya jepret. Lihat anak kecil nangis juga saya jepret. yang penting konsepnya masuk lah. Saking gilanya dengan dunia photography saya bahkan berfikir untuk menyelipkan hasil jeprat-jepret saya di presentasi pada sidang Tugas Akhir saya yang rencananya berlangsung bulan april. Tentunya sesuai dengan judul Tugas Akhir saya. (iya lah masak mau disisipi foto imut saya??)Hehe. menambah nilai gak ya?? *ngarep... Ini nih salah satu hasil editan yang paling saya sukai . . . . jangan dilihat modelnya ya. . Lihat Seninya!!
*Makasih ya Awan Scania!! Sudah mengeksiskan blog saya ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar