Detik pertama. . . . .
Kau tatap nanar bola mataku, menelisik binar-binar indah, mendalam. . . . .
Detik kedua. . . . .
Kau sentuh mesra tanganku, Kau genggam erat, seakan tak ingin lagi dilepaskan. . . . .
Detik ketiga. . . . .
Kau usap lembut pipiku, bibirku, mengisi ruang hampa dihatiku, indah. . . .
Detik keempat . . . .
Kau angkat daguku, kau dekatkan bibirmu, kecup aku, mesra. . . .
Detik kelima. . . keenam. . . .ketujuh . . . .
Kita bercumbu . . . menikmati harmonisasi nafas kita. . . pacu detak jantung kita. . .
Detik kedelapan. . .
Kau lepaskan cumbumu, memelukku erat, dingin. . . .
Detik kesembilan. . .
Kau elus rambutku. . . punggungku, masih saja dingin. . .
Detik kesepuluh. . . .
Kau kecup keningku, dingin, melunturkan sensasi 9 detik sebelumnya. Kau pergi. . dan tak lagi mengingatnya. . .
Terima kasih untuk 10 detik terindah. . .
Meskipun kau telah menghancurkan cintaku. . .
Aku akan tetap mencintaimu dengan kepingan-kepingan yang tersisa. . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar