"Dont Judge A Book From The Cover"
Pepatah ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Yupz jangan menilai sebuah buku dari sampulnya. Kabar baiknya ini juga berlaku ketika menilai seseorang. Coba sekarang kita lihat berbagai macam karakter orang disekitar kita. Pada pandangan pertama biasanya kita akan menilai seseorang dari penampilan fisik. Cantik, Ganteng, Keren, Alim pasti kata-kata ini akan mengisi otak kita. Tetapi hal itu akan mengecewakan kita di kemudian hari. Cantik cantik kok gitu ya?? Alim sih Alim Tapi.... Nah lo... Bener gak??
Berbagi pengalaman ya....
Dulu.. (Ketika otak di puncak idealisme) Saya memang pilih-pilih teman. Alasan saya bukannya tidak berdasar. Tetapi karena saya sangat berpegang teguh dengan wejangan ustadz/ustadzah saya tercinta... kalo seseorang berteman dengan penjual minyak wangi, pasti akan ikut kecium wanginya.... Nah.. dari pepatah ini lah yang membatasi saya untuk mengenal orang-orang di luar lingkungan ( fanatik ) saya. lingkungan fanatik ini maksudnya saya hanya berteman dengan orang-orang yang model-modelnya kaya saya. Tapi lama kelamaan saya jadi eneg sendiri. Why?? dalam lingkungan ini saya tidak menemukan apa yang saya cari. Semakin lama saya malah semakin tidak nyaman. Contohnya : Beberapa kawan yang katanya berlomba-lomba dalam kebaikan malah lebih sering update status begini "Hari ini Juz 20", "Ngisi Ceramah di Masjid XXX" , "Dasar orang KAFIR!! Valentine aja dirayain, hukumnya bid'ah tauk!!!!!! (Tanda seru nya banyak banget ya) . Jujur saja saya malah gak sreg dengan tipe-tipe orag seperti ini. Saya berfikir. Mengapa kita malah memamerkan ibadah yang kita lakukan? atau Mengapa kita bercapek-capek mengurusi tindakan orang lain yang sama sekali tidak ada manfaatnya bagi diri kita sendiri. Apakah Kita jauh lebih baik dari mereka??? Nah lo... !!! Saling menasehati memang anjuran sih. Tapi paling tidak hal itu juga diimbangi dengan tindakan kita yang mewujudkan konsistensi yang ada landasannya.
Atas kekecewaan yang saya dapatkan dari pola pertemanan yang seperti itu akhirnya saya membuka diri. Saya membiarkan diri ini mengenal berbagai macam karakter orang. Dan disitu saya mulai sadar kalo dunia ini begitu indah, begitu kompleks, dan sangat menyenangkan. Awalnya memang saya selalu berpikiran negatif dengan orang-orang yang jauh berbeda dari saya. maksudnya saya kan biasa hidup di lingkungan yang serba agamis jadi kalo misalnya ketemu dengan orang-orang yang sering berbuat maksiat atau apalah itu jadi aneh rasanya. Tapi orang-orang semacam ini lah yang membuat saya salut. Mereka begitu jujur dan menyadari keadaan mereka. Bahkan mereka sama sekali tidak ada kesombongan untuk memperlihatkan kebaikan yang telah mereka lakukan. seseorang berkata kepada saya : "Saya ini bukan orang baik... jadi apa yang patut saya banggakan.. bahkan saya merasa hina di hadapan Tuhan... Apakah Tuhan memaafkan saya?? Saya Malu...". Hmmm... Dalam hati saya berkata : Astagfirullah.... Maafkan saya Tuhan....
Saya lebih salut dengan orang-orang yang tidak menampakkan kebaikannya, tetap menjaga kualitas dirinya dihadapan Tuhan dan sangat toleran dengan orang-orang yang bersebrangan dengan dirinya. Menjadikan pribadi baiknya dengan perbuatan tanpa banyak ucapan dan mengajak orang lain menuju kebaikan secara DAMAI... Indah bukan...
Tuhan memang menciptakan perbedaan sebagai rahmat. Jadi jangan memperuncing perbedaan yang akan menimbulkan kebencian. Kita semua makhluk Tuhan bukan...... Mari Bertoleransi :)
Jika ingin nyaman dalam berteman kuncinya cuma satu... Berprasangka baiklah kepada semua temanmu..
Bukan kah kita diajarkan untuk berprasangka baik juga kepada Tuhan??
Mari Menjadi Pribadi Yang Baik.. :)
Sip Ane stuju nih neng Anisha,, Lebih baek jadi diri sendiri, gaul dengan semua orang, dari anak jalanan sampe anak rumahan. nggak ada yang salah kok dengan siapapun, pokoknya jangan pilah-pilih temen lah, terkadang pelajaran besar kita dapatkan dari orang yg kelihatan paling nyeleneh, ternyata pemahamannya terhadap hidup begitu mengesankan,,, sip2 deh. http://onar-oyeah.blogspot.com
BalasHapusiya kaka... Banyak hal baik yang kita dapat dari orang yang awalnya kita anggap negatif. hehe Tuhan selalu punya cara yang indah untuk menunjukkan betap indahnya idup ini... :)
BalasHapus